Langkah Kaki, Perjalanan Panjang, Tahun 2025

 






Aku akan cerita sedikit mengenai kejadian hari-hari ini.  Jadi beberapa waktu ini, aku kerja di salah satu hotel yang lumayan ternama di Jakarta, lokasinya di sekitar Bundaran HI, statusku masih daily worker, aku memang sengaja cari pekerjaan yang tidak terikat kontrak, Karna tujuanku ke Jakarta adalah untuk kerja di kapal pesiar. Aku mengikuti proses ini dari awal tahun 2025. Sambil mengikuti prosesnya, aku kerja part time, biar nggak buang-buang waktu, uang dan juga untuk menambah pengalaman.

Aku belajar menikmati hari-hariku bekerja di hotel ini,  aku bertemu banyak teman baru, aku juga belajar banyak hal. Aku lumayan suka bekerja di Jakarta, akses apapun itu mudah dan semua serba efisien (kalau punya wawasan dan tahu cara kerjanya). Aku ngekost di Senen, dulu sewaktu belum tahu kalau ada busway rute langsung dari Senen ke HI, aku naik busway dari Senen-Monas-HI, transit dulu di Monas, setelah sharing atau cerita ke teman kerja ternyata ada Bus 1P, nggak ribet, nggak lama, langsung sampai Bundaran HI dari tempat kostku. Itu dia maksudku kalau tahu caranya. 

Aku nggak bilang hari-hariku selalu bahagia, lancar, dan serba mudah ketika bekerja di Jakarta, aku cuma belajar untuk bersyukur dan menikmatinya. Singkat cerita, malam tahun baru 31 Desember 2025, jalanan Jakarta begitu padat dan sangat ramai, karna orang-orang pada sibuk ngerayain tahun baru, ada juga konser di Bundaran HI, hal iniah yang buat akses busway juga ditutup di beberapa lokasi, saat itu hujan gerimis. Pesan grab car juga nggak bisa, karna akses kesana ditutup, hal ini membuatku terpaksa jalan kaki dari kost ke hotel.  

Suasana malam itu hujan gerimis, aku berangkat pukul 20.30 naik transjakarta yang ternyata cuma bisa sampai Juanda. Aku pikir bisa sampai monas, ternyata transjakarta waktu itu berhenti beroperasi pukul 21.00, jadi semua penumpang diturunkan di Juanda. Waktu itu hujannya jadi agak deras, mau pesan grabcar juga susah dan mahal banget, jadi aku putuskan untuk jalan kaki dari Juanda ke Grand Hyatt. 

Aku beli jas hujan plastik, malam itu harganya jadi 15rb, yaudahlah gas, jalan. Waktu aku mulai jalan hujanya reda sedikit, balik ke gerimis. Di google maps jalan kali ke Bundaran HI dari Juanda itu kurang lebih 1 jam-an.  Aku ikutin Google maps, meski udah sering kesana, aku nggak mau bikin kesalahan yang buat aku tersesat nantinya jadi main aman aja. 

Jalanan begitu ramai dan berisik, sepanjang jalan bunyi terompet tahun baru, ramainya orang keluar malam itu, salah satu alasan bikin jalanan agak macet. Aku tidak terganggu dengan hal itu, aku hanya fokus jalan biar nggak telat. 

Ternyata menempuh perjalan yang kurang lebih satu jam itu, bikin aku refleksi mengenai perjalananku dan perjuanganku selama di Jakarta, Aku teringat teman-temanku yang udah pada pergi berangkat duluan ke kapal pesiar mereka. Semuanya udah pada onboard. Tinggal aku sendiri di Jakarta. Aku merasa agak sedih malam itu, biasanya kucoba kuat, tak peduli atau bodoh amat, karna nggak mau kepikiran, tapi malam itu suasana memang benar-benar agak mancing aku untuk menjadi sedih. Ditambah lagi suasana hujan yang enggak berhenti. 

Bohong kalau aku bilang aku kuat, aku merasa lelah sekali malam itu. Aku mungkin nggak bisa cerita banyak mengenai banyak hal yang udah aku lalui, tapi banyak pengalaman yang bikin aku belajar untuk lebih kuat, sabar dan ikhlas. Benteng-benteng yang udah aku bangun dari dulu ternyata runtuh juga malam itu. Enggak sadar kalau air mataku sudah jatuh, ternyata Aku menangis di perjalananku malam itu.

Sambil ngeluh ke Tuhan. 

"Tuhan berapa lama lagi aku kayak gini di Jakarta, setiap hari di bayang-bayangi ketidakpastian, kapannya aku berangkat Tuhan??, nggak ada lagi lo teman seperjuangganku di Jakarta, sendiri aku disini. Gimana sih Tuhan, udah lama kali kurasa, aku kurang apa? Kurang berdoa?? mau usaha kek mana lagi yang mau Tuhan lihat dari aku??"

Aku kesal dan marah sambil ngomong gitu ke Tuhan. Aku nggak mau berlarut dalam kesedihanku. Aku juga nggak mau terlihat menangis sampai di hotel, jadi aku akhiri rasa sedih itu sambil teruskan perjalananku. 

Sampai di hotel aku kerja seperti biasa. Malam tahun baru juga begitu terasa di hotel, banyak orang yang excited dan gembira. Aku hanya berusaha untuk tersenyum dan enjoy malam itu. 
 
Paginya sekitar jam 5, Aku dapat kabar dari atasanku kalau aku akan dikontrak, mereka mau kalau aku jadi dw tetap/pekerja tetap. Awal dengar kabar itu, aku meng-iyakan, karna aku juga belum dapat jadwal untuk join kapal pikirku. 

Beberapa orang mulai training aku hal-hal baru, karna mereka tahu aku akan dikontrak, dan aku akan dapat jadwal kerja setiap hari atau daily schedule. Aku ingat banget waktu itu sekitar jam 7 kurang, sewaktu aku mau belajar hal baru tersebut, Hpku bunyi. ada email yang masuk, coba tebak apa??

Email yang masuk adalah email dari company atau kapal pesiar yang aku ikuti prosesnya selama di Jakarta. Isinya adalah jadwal join, tanggal keberangkatan, tiket pesawat dari Jakarta ke Orlando, serta Akomodasi hotel di Orlando, Amerika Serikat. 

Hal ini bikin aku terdiam sesaat, karna tadi malam aku ngeluh ke Tuhan tentang hal ini. Aku juga udah mengiyakan untuk kontrak yang dibicarakan atasanku sebelumnya. Tak berpikir panjang, aku beranikan diri untuk temui atasanku dan jelasin apa yang terjadi. Dia tidak apa-apa akan hal itu, toh akun juga belum tanda tangan, Jadi hari itu jugalah aku terakhir untuk kerja di Grand Hyatt Jakarta. 

Aku bingung, masih bertanya-tanya kok bisa??, tiba-tiba banget. Setahu aku bakal dikabarin jauh-jauh hari at least sebulan sebelum. Di tahun baru ini aku berasa dapat hadiah dari Tuhan, hadiahnya dikasih setelah mengeluh dan merajuk. Jujur aku sangat senang sekali, seperti ada ikatan yang terlepas dari badanku, aku merasa seperti bebas dan siap terbang, meniti karir internasionalku. (hahaha, akhirnya debut juga)

Aku mulai hubungin agencyku dan aku mulai urus beberapa dokumen yang belum rampung serta beli hal-hal yang bakal aku perlukan di kapal nanti, hari-hari ini sudah lama sekali kunantikan, akhirnya kesampaian juga. Akhirnya tanggal 10 Januari nanti aku berangkat ke Orlando, Amerika Serikat.

Terimakasih Tuhan Yesus untuk sepanjang tahun ini penyertaanmu dalam setiap perjalananku, terimakasih buat perlindungan, penyediaan, dan begitu banyak hal-hal baik yang tidak bisa kusebutkan, Kau selalu hadir dan menolong. (Agak sedikit berkaca-kaca mataku nulis ini)

Apapun itu perjalanku belum usai, bahkan ini adalah awal dari cerita yang baru. Aku berharap hal-hal yang baik sedang menanti di depan, terimakasih juga untuk diriku yang bersedia untuk tetap maju, walau banyak perkataan-perkataan yang bikin patah semangat dari kanan kiri. Tapi diriku tetap pada pendiriannya, tidak ragu, karna aku tahu apa yang aku mau dan aku tahu apa mimpiku. 



Komentar

Postingan Populer