Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Wake Me Up When September Ends
Wake Me Up When September Ends
Entah kenapa setiap kali dengar lagu “Wake Me Up When September Ends” dari Green Day, aku selalu merasa bulan September punya aura yang beda.
Ada suasana hening, sedikit sendu, tapi juga banyak cerita baru yang diam-diam muncul di sela hari-hari yang berjalan cepat.
Dan mungkin, salah satunya dimulai dari… sepotong kimbap.
Kimbap Pertama dan Kenangan Pertama
Kemarin, aku pertama kali makan kimbap, makanan Korea yang mirip sushi roll, digulung dengan rumput laut, isinya sayur, telur, dan daging.
Dari luar kelihatan lucu, estetik banget, apalagi setelah sering lihat orang Korea makan itu di drama-drama.
Tapi setelah gigitan pertama, jujur aja… aku nggak suka. 😂
Rasanya aneh, nasi yang wangi minyak wijen, acar lobak yang asam manis, dan sayur yang dingin.
Lidahku yang terbiasa sama nasi hangat dan sambal tiba-tiba kayak kehilangan arah.
Sementara orang lain di sekitarku kelihatan menikmati banget, aku malah sibuk mikir,
"Kenapa ya mereka bisa doyan?"
Tapi mungkin bukan karena rasanya yang salah.
Mungkin karena aku belum terbiasa.
Kimbap sendiri punya sejarah panjang di Korea.
Kata “gim” berarti rumput laut kering, dan “bap” berarti nasi.
Awalnya, kimbap muncul dari tradisi bekal makan orang Korea sejak era Joseon, praktis, bisa dibawa ke ladang atau piknik.
Lalu seiring waktu, ia jadi simbol sederhana tentang kebersamaan, sesuatu yang dibungkus rapat tapi penuh warna di dalamnya.
Lucunya, konsep itu cocok banget sama hidup.
Kita sering kali cuma lihat “luarnya” rapi, menggoda, dan tampak sempurna.
Tapi saat digigit, kadang rasanya nggak seperti yang dibayangkan.
Dan kita butuh waktu untuk belajar menyukainya.
Menurut Dr. Elizabeth Lombardo, seorang psikolog klinis yang juga menulis buku Better Than Perfect,
“Otak kita dirancang untuk menyukai hal yang familiar. Ketika dihadapkan pada sesuatu yang baru, ia otomatis waspada, bukan karena tidak suka, tapi karena belum terbiasa.”
Itu sebabnya mencoba hal baru sering terasa canggung.
Entah itu rasa makanan, lingkungan baru, pekerjaan baru, atau bahkan perasaan baru terhadap seseorang.
Kita butuh waktu untuk menyesuaikan diri untuk menurunkan ekspektasi dan memberi ruang bagi hal baru itu tumbuh jadi sesuatu yang kita sukai.
Aku jadi teringat kutipan dari buku The Comfort Book karya Matt Haig:
“Kenyamanan bukan berarti stagnan. Kadang, keluar dari zona nyaman justru satu-satunya cara untuk benar-benar merasa hidup.”
Dan mungkin, September kemarin adalah versiku sendiri untuk keluar dari zona nyaman itu
meski cuma lewat sepotong kimbap.
Ada Apa dengan September?
Banyak orang menganggap September itu bulan peralihan.
Musim panas mulai memudar, daun-daun berubah warna, dan banyak hal terasa seperti... akhir sekaligus awal yang baru.
Lagu “Wake Me Up When September Ends” sendiri ditulis oleh Billie Joe Armstrong dari Green Day sebagai bentuk kehilangan ayahnya yang meninggal di bulan September.
Jadi bukan cuma tentang kesedihan, tapi juga tentang masa transisi, saat kita belajar menerima bahwa sesuatu sudah berakhir, dan kita harus melanjutkan hidup.
Dan mungkin itu juga alasan kenapa banyak dari kita merasa sentimental di bulan ini.
Karena September itu bulan di mana kita sadar bahwa waktu benar-benar berjalan,
dan kita nggak bisa cuma tidur menunggu semuanya selesai.
Sekarang, setiap kali aku lihat kimbap, aku senyum kecil.
Dulu aku menolak rasanya, tapi sekarang aku tahu
yang aku tolak bukan rasanya, tapi perasaan asing yang datang bersamanya.
Mungkin sama seperti hidup;
kadang kita nggak suka hal-hal baru bukan karena buruk, tapi karena kita belum siap untuk menyukainya.
Dan September, dengan segala perubahannya,
selalu jadi pengingat bahwa hal-hal baru bisa terasa aneh di awal
tapi siapa tahu, suatu hari nanti, justru hal-hal itulah yang kita syukuri.
Jadi, kalau nanti ada hal baru yang terasa nggak nyaman,
jangan buru-buru nolak.
Mungkin itu cuma “kimbap" yang lainnya, wkwk
yang rasanya baru bisa kamu nikmati setelah kamu siap mencicipinya lagi.
Semangat!
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar