Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Apa Kabar?
Hari ini suasana mall terasa aneh. Sepi, tapi bukan karena toko tutup — melainkan karena semua orang menjaga jarak. Di pintu masuk, petugas dengan masker dan face shield menyemprotkan hand sanitizer ke tangan setiap pengunjung. Termometer digital diarahkan ke dahi, dan di lantai sudah ditempel garis-garis kuning bertuliskan “Jaga Jarak 1 Meter”.
Aku datang hanya untuk belanja kebutuhan bulanan, tapi suasananya terasa seperti sedang masuk ke dunia lain. Semua orang diam, saling menghindari tatapan, dan hanya terdengar suara musik lembut dari speaker mall yang entah kenapa terasa sayu. Kadang aku melihat mata seseorang di balik masker, dan di sana ada rasa takut, lelah, tapi juga harapan.
Di lorong makanan, aku sempat berhenti sejenak. Ada rasa rindu dengan hari-hari sebelum pandemi, ketika kita bisa belanja tanpa harus cuci tangan berkali-kali atau khawatir bersin di tempat umum. Rindu masa di mana masker hanya dipakai oleh dokter, bukan oleh semua orang di dunia.
Namun di balik rasa canggung itu, aku belajar sesuatu:
bahwa manusia ternyata bisa beradaptasi secepat itu.
Kita belajar mencintai dari jauh, saling peduli tanpa bersentuhan, dan menghargai hal-hal kecil yang dulu sering kita abaikan.
Mungkin dunia memang sedang tidak baik-baik saja,
tapi kita masih punya pilihan untuk tetap bertahan dengan cara yang baik.
Pakai masker bukan hanya soal aturan, tapi juga bentuk kasih — untuk diri sendiri dan orang lain.
Setelah selesai belanja, aku keluar dari mall. Di luar, matahari sore masih hangat, dan aku menarik napas panjang dari balik masker. Merindukan hal-hal yang dulu sebelum ini.
Tetap semangat ya teman-teman. Jangan biarkan rasa takut menguasai hari-harimu. Pandemi boleh membatasi langkah kita,
tapi jangan sampai membatasi harapan.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar