Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Things I Wanted To Say But Never Did!
Lucunya hidup, hal-hal yang dulu nggak bisa aku katakan, sekarang malah jadi bahan tulisan.
Mungkin karena seiring waktu, aku sadar: nggak semua hal perlu dijelaskan, tapi beberapa tetap perlu diungkapkan… biar nggak nyangkut di kepala terlalu lama.
Dan hari ini, pas di minggu ulang tahunku, aku pengen nulis sesuatu.
Bukan harapan panjang, bukan wishlist, cuma daftar hal-hal yang pernah mampir di pikiran tapi selalu kubiarkan lewat begitu aja.
1. Aku nggak selalu punya jawaban.
Dulu aku ngerasa harus tahu semuanya. Sekarang, aku santai aja kalau lagi nggak tahu. Kadang nggak tahu itu justru damai. Ga ribetlah.
2. Aku nggak suka keramaian, tapi kadang kangen suasana ramai.
Ironi banget ya? Tapi memang begitu aku butuh waktu sendiri, tapi juga butuh sesekali dikelilingi tawa orang lain, biar hidup nggak terasa sepi banget.
3. Aku belajar bilang “nggak apa-apa” tanpa pura-pura.
Dulu setiap ada masalah kecil, aku sibuk menenangkan orang lain padahal diriku sendiri belum tenang. Sekarang? Kalau capek, ya bilang capek. Simpel tapi lega.
4. Aku berhenti maksa diri buat selalu tampil kuat.
Nggak semua hari harus produktif, nggak semua mimpi harus dikejar secepatnya. Kadang tidur siang juga bagian dari healing kok. 😴, yok tidur siang.
5. Aku nggak harus dimengerti semua orang.
Beneran deh, makin dewasa makin sadar: kalau kamu butuh semua orang suka sama kamu, kamu bakal capek sendiri.
Mungkin aku nulis blog ini buat menjelaskan diri — kenapa aku lebih senang sendiri, kenapa aku nggak terlalu banyak nongkrong, kenapa aku nggak selalu responsif di grup. Tapi sekarang, aku cuma pengen bilang:
Ya, emang aku kayak gini, dan aku suka versi ini.
Aku nggak lagi merasa perlu minta maaf karena butuh waktu sendiri.
Aku juga nggak merasa aneh kalau lebih betah di rumah daripada di pesta.
Aku udah berdamai sama cara “unik”ku dalam menjalani hidup.
Ada satu hal yang lucu
dulu aku pikir introvert itu kelemahan,
sekarang aku lihat itu kayak superpower.
Aku bisa fokus, berpikir dalam, menikmati hal-hal kecil yang mungkin dilewatkan orang lain.
Kayak kopi pagi yang aromanya lebih nikmat kalau diminum pelan-pelan.
Atau hujan sore yang rasanya lebih tenang kalau nggak buru-buru pulang.
Mungkin ini bukan tulisan yang menggebu-gebu.
Nggak ada petuah berat, nggak ada “dear diary”-style yang berurai air mata.
Cuma refleksi ringan dari seseorang yang pernah diam terlalu lama, dan akhirnya memilih untuk bicara lewat tulisan.
Karena ada kalanya, menulis bukan tentang didengar.
Tapi tentang mendengar diri sendiri.
So yeah, these are the things I wanted to say but never did.
But today, I finally did.
No drama, no defense — just honesty.
And honestly, it feels good.
— NOEL
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar