WHAT IF??






Kalau ada yang tanya, “Mau balik ke masa lalu nggak?”


Dulu aku pasti mikir lama untuk menjawab pertanyaan itu. Karena jujur, aku sendiri sempat kepikiran hal itu. "Seandainya bisa balik ke masa lalu!??"

Sempat mikir…

untuk balik ke masa ketika aku masih punya uang dan tabungan sewaktu kerja di salah satu perusahaan di batam, atau balik ke masa SMP atau SMA, ataupun balik ke masa muda ketika semuanya masih terasa ringan dan penuh kemungkinan.

Mau balik nggak? Aku tanya ke diri sendiri sewaktu melamun atau overthingking di malam hari. 

Kalau jawab jujur versi aku, begini:

Kalau aku bisa balik ke masa lalu dengan membawa semua pengetahuan dan pengalaman yang aku punya sekarang, aku mau.
Bahkan aku sangat-sangat mau.

Bayangin saja, aku kembali dengan semua pelajaran, luka, kegagalan, dan kesadaran yang sekarang aku punya.
Pasti jalannya bakal jauh lebih mudah, lebih cepat, lebih tepat.

Tapi, 

Kalau aku harus balik tanpa membawa apa pun, tanpa ingatan, tanpa pengalaman, tanpa kebijaksanaan yang lahir dari jatuh bangunnya hidup.
aku nggak mau.

Aku nggak mau balik ke masa muda dalam keadaan “kosong” lagi.
Nggak mau mulai dari awal lagi tanpa arah.
Nggak mau hidup lagi tanpa tahu apa yang harus aku lakukan, tanpa tahu tujuan, tanpa tahu kesalahan-kesalahan apa yang harus aku hindari.

Untuk apa aku balik kalau harus kehilangan semua yang telah membentuk diriku sekarang? Kadang ketika kita sedang down, kita lupa hal penting ini.

Saat kita lagi ada di titik terendah, pikiran “seandainya bisa balik ke masa lalu” itu gampang banget muncul. Kata Seandainya selalu saja menghantui. 

Cuma masalahnya, Kalau kita balik tapi nggak ingat apa-apa, apa gunanya?

Kalau kita kehilangan pelajaran dari semua kegagalan yang sudah kita alami, bukankah hasilnya bakal sama saja?
Kita bakal mengulang kesalahan yang sama, bertemu orang yang sama, jatuh di lubang yang sama.

Itu bukan perjalanan baru.
Itu cuma ulang lagi hidup versi lama tanpa upgrade.

Makanya aku percaya:
pengalaman hari ini yang pahit sekalipun adalah modal masa depan.

Kalau hari ini aku gagal,
kalau hari ini aku kecewa,
kalau hari ini rasanya berat, 

Aku cuma pegang satu hal ini  :

Yang aku alami hari ini adalah memori yang akan menyelamatkan kamu di masa depan, memori yang menjadi pelajaran hidup untuk lebih kuat kedepannya. 


 

Aku percaya semua orang punya kesempatan yang sama di masa depan

Mau gagal berkali-kali, pernah salah langkah, atau merasa hidupmu berantakan hari ini. Selama aku masih punya waktu di depan, aku punya kesempatan, aku bisa bikin strategi baru. Aku bisa mulai ngumpulin keberanian dari nol dan memperbaiki arah yang salah,  serta raih pencapaian yang mungkin tidak pernah aku bayangkan.

Justru karena aku sudah pernah jatuh, aku punya kelebihan untuk  lebih tahu rasanya sakit, dan lebih tahu apa yang harus dihindari.

Itu pengalaman. Itu modal yang bahkan masa muda nggak punya.

Kalau aku bisa balik ke masa lalu dengan ingatan dan pengalaman yang aku punya sekarang, aku mau.
Tapi kalau harus balik dalam keadaan kosong, aku tidak mau.


Catatan untuk diriku: 

Hari burukmu hari ini, kegagalanmu, rasa kecewamu, dan semua proses yang kamu alami, itu semua sedang membentuk kamu jadi versi yang lebih bijak, lebih kuat, dan lebih siap menghadapi masa depan.

Jadi kalau hari ini terasa berat, 
ingat kamu sedang mengumpulkan pengalaman yang suatu hari nanti akan kamu syukuri.

Masa lalu tidak perlu diulang.
Tapi masa depan selalu bisa kamu perbaiki.



Komentar

Postingan Populer