Langsung ke konten utama

Unggulan

Bye Makassar!

 

Malam terakhir sebelum pulang, aku kembali ke Losari. Biasanya tiap sore aku selalu jogging di daerah sini, lari dari kosan ke pantai Losari. 
Kota ini mulai berkilau oleh lampu, suara anak-anak bermain, tawa orang berjualan, dan desiran ombak yang datang silih berganti.
Aku menatap laut itu lama sekali — berpikir tentang perjalanan, tentang tempat baru yang memberi ruang untuk mengenal diri sendiri.

Makassar mungkin hanya satu kota di peta Indonesia,
tapi bagiku, ia jadi pengingat bahwa setiap perjalanan bukan sekadar berpindah tempat,
melainkan juga tentang menemukan versi baru dari diri kita di antara orang-orang dan suasana yang berbeda.

“Bepergian membuat kita tidak hanya mengenal dunia, tapi juga mengenal siapa diri kita di dalamnya.”

Dan di kota Makassar, aku menemukan keduanya — dunia yang hangat dan diri yang lebih tenang. 🌅

Aku bakal kangen Coto Makassar, pallubasa dan sop konro. Bumbunya kuat, kuahnya pekat, dan aromanya bikin candu. juga bakal kangen sama es pisang ijo 10 ribuan dekat kosan di jalan sungai poso. 


Aku juga bakal kangen teman-teman disini, aku juga banyak belajar hal baru, ilmu dan pengalaman yang benar-benar bermanfaat buatku. sampai ketemu lagi Makassar. 


Komentar

Postingan Populer