Season One : Sky
Sumpah bingung mau nulis apa, aku nulis blog ini juga masa atau momennya udah lewat (hahaha, udah kebiasaan memang 😅), sekarang aku lagi vacation, lagi masa libur ataupun istirahat. Seharusnya di momen ini aku tuh istirahat, traveling dan makan makanan yang aku kangen banget karna nggak bisa dapetin selama di luar negeri. Tapi di satu sisi aku merasa harus nulis memori ini karna kalau tidak aku akan nyesal di kemudian hari karna tidak mencatat momen ini.
Seperti di blog sebelumnya, aku udah sedikit cerita bagaimana perjalanan karir aku hingga sampai saat ini kerja di kapal pesiar, okeh langsung aja ke intinya....
Season pertama itu bernama sky.
Aku nggak bilang kalau kerja di kapal pesiar itu kerjaan yang paling bagus atau udah pasti sukses. Jujur aku juga mengalami banyak kesulitan disini, cuma aku mencoba menikmati prosesku bekerja disini, karna hal ini adalah hal yang aku doakan dari dulu, kerja di lingkungan internasional, gaji dollar dan bisa jalan-jalan keliling dunia, meskipun kadang nggak semua hal harus sesuai ekspektasi ku. Aku juga menganggap kerja di kapal pesiar adalah sebagai batu loncatan atau jembatan untuk karir yang lebih baik kedepannya. Hitung-hitung nambah spesifikasi di cv (anjay udah kayak laptop aja, hahaha). Intinya Working on a Cruise Ship will really help to build my resume.
Aku tahu di luar sana banyak kesempatan yang lebih hebat dan lebih baik daripada apa yang aku kerjakan sekarang, cuma intinya aku mau nambah pengalaman dan ilmu untuk pekerjaan yang lebih baik kedepannya. Aku nggak bilang kalau kerja di pesiar itu santai, no pressure, dan akan selalu bahagia. Big no, nggak ya!
Kerja disini itu keras, kamu harus bisa bertahan menghadapi banyak sifat dan karakter manusia dari berbagai macam negara, tapi di blog ini aku nggak akan cerita semua tentang hal itu, aku cuma mau berbagi the good memories yang aku alami selama disini.
Oke dimulai dari perjalanan ku dari Jakarta ke Orlando, USA. Perjalanan dari Jakarta transit di Tokyo, Jepang, aman aja, nggak ada kendala sama sekali, bahkan aku banyak ketemu sama orang Indo yang mau berangkat buat kerja ke jepang juga, jadi sepanjang perjalanan banyak sharing mengenai pengalaman masing-masing buat kerja di luar negeri, Aku jadi banyak tahu juga dan ada sedikit gambaranlah mengenai kerja di Jepang.
Perjalanan kurang lebih 8 jam (I'm not sure), kita berpisah di bandara sedangkan aku harus melanjutkan perjalanan dari Tokyo ke New York (yes, new york, tapi cuma di bandaranya doang, miris haha). Gapapa at least udah kaki udah napak di New York. Aku masih terbang dengan ANA AIR. Di dalam pesawat aku duduk di tengah lupa nomor berapa, tapi intinya posisi kursi tidak terlalu belakang dan aku duduknya di tengah, di sebelah kiri aku ada cowok bule, kayaknya orang Amerika, disebelah kiri aku ada cewek orang jepang, aku nggak banyak ngomong sama mereka, bahkan enggak ada sama sekali malah. Sepanjang perjalanan sekitar kurang lebih 13 jam, kita bertiga cuma diam, cuma ngobrol sama pramugari aja waktu ditawarin makan.
Kenapa nggak ngobrol sama sekali?, karna dari awal perjalanan mereka udah sibuk masing-masing, si cowok bule langsung pasang headphone dan langsung tidur, sedangkan si cewe jepang pasang headphone juga tapi sambil baca buku. Sedangkan aku juga dengerin musik yang udah aku download sehari sebelum terbang, karna aku tahu pakai wifi di pesawat itu bayar.
Beberapa saat setelah itu si cowo bule keluarin laptopnya, aku lihat ada logo Columbia University, oh mahasiswa pikirku. Lalu aku tidur karna merasa bosan, terus tiba-tiba terbangun karna si cewe jepang tertawa agak keras, rupanya dia lagi nonton, dia lagi nonton drama jepang, terus dia lihat aku bangun dan spontan ngomong,
"sorry, i dont mean to wake you up!"
"no it's okay" jawabku..
lalu aku permisi ke toilet.
Balik dari toilet aku coba buat ngobrol sama si cewe jepang,
"what kind of series you watch?"
"KURURI" jawabnya...
"Ha?" aku jawab bingung
Terus dia tertawa kecil lalu tunjukin di hp-nya, ternyata ada judulnya dalam bahasa inggris.
"Oh" jawabku langsung walaupun masih agak bingung.
Lalu dia jelasin dramanya tentang apa, dia bikin aku jadi tertarik buat nonton.
Lalu aku tanya namanya, ternyata namanya Erin.
Berlangsung agak panjang obrolan kami, ternyata Erin adalah seorang penulis dan editor, aku nggak terlalu tanya panjang soal itu. Lalu kami lanjut ngobrol sampai akhirnya sibuk masing-masing lagi.
Aku juga sempat lihat si cowok bule lagi ngerjain semacam blue print desain sebuah bangunan gitu. Aku nggak tahu dia udah lulus atau masih mahasiswa. Aku awalnya nggak ngeh, terus tiba-tiba teringat akan satu hal, dua orang disebelahku ini yang satu berprofesi arsitek dan satu lagi penulis. Aku langsung sadar dan merinding, itu adalah cita-citaku dulu.
Dulu ambis banget buat lulus universitas negeri jurusan arsitektur, udah berusaha banget sampai lulus dan ternyata cuma bertahan 2 semester jadi mahasiswa, karna beberapa alasan, dulu juga berdoa banget buat hal ini. Kalau tentang menulis sampai sekarang masih menulis cuma belum ada karyalah.
Hal ini seakan jadi pengingat yang dikirimkan Tuhan buatku, bagaimana setiap perjalanan dan perjuangan selama ini, apa yang aku minta dalam doa ternyata Tuhan selalu kasih, setiap kemauan, keinginan ataupun kerinduan. Tentu aku melakukannya juga dengan usaha dan perencanaan. Karna dari dulu aku selalu sistematis, selalu merencanakan apa yang ku mau, pokoknya aku selalu tulis, maunya apa, step-step untuk menuju kesana gimana.
Singkat cerita, akhirnya sampai di bandara New York, Aku langsung ambil bagasi dan mulai menuju gate penerbangan domestik berikutnya yaitu Orlando. Waktu tempuh sekitar 3 jam. Didalam pesawat tidak terlau ramai, ada beberapa kursi yang kosong. Aku udah enggak dengar lagi bahasa jepang, kayaknya rata-rata semua penumpang malam itu adalah orang amerika. Diperjalanan ini aku cuma tidur karna udah ngerasa capek banget.
Dan akhirnya sampai di Orlando, sekitar jam 2 pagi. Aku langsung hubungi hotel buat jemput aku. Diperjalan aku lihat tulisan welcome to Orlando, Aku nggak tahu kenapa Tuhan kirim aku ke Orlando untuk kontrak pertama ini. Tapi memang 2 tahun terakhir aku belajar bahasa inggris dari series "Fresh of the Boat", yang dimana lokasi cerita dan syutingnya berada di Orlando. Lagi-lagi merinding, sama penyertaan Tuhan. Gimana dia genggam "My American Dreams", semua mimpi-mimpi yang kuceritakan samaNya melalui doa.
Sampai di hotel aku cuma bisa istirahat sekitar 3 jam, karna jam 6 pagi, Bus dari pihak kapal sudah jemput kami di depan hotel. Di hotel sewaktu sarapan sebelum bus penjembutan datang, aku ketemu sama orang malaysia, dia seorang perawat, namanya Lin. Ternyata kami satu kapal dia juga bakal kerja di Sky Princess. Asik akhirnya aku bisa ngomong bahasa indonesia meskipun dia balesnya pakai melayu, tak pe lah. Setelah sarapan kami, masuk bus untuk berangkat ke kapal. Aku dan Lin juga sebangku di dalam bus. Kami banyak cerita sepanjang perjalanan.
Di company ini ternyata Lin udah 7 kontrak. Sepanjang perjalanan menuju kapal yang akan jadi tempat tinggalku selama 8 bulan, Lin banyak banget kasih nasehat dan tips untuk bertahan karna ini adalah pengalaman pertamaku. Dia juga banyak banget arahin aku buat ngapain aja, karna aku memang belum ngerti.
Sampai di kapal Aku ketemu sama 2 orang Indonesia, Arya dan Danny. Gimana bisa kami baru bertemu sekarang, padahal kami satu hotel dan satu bus sebelumnya. Aku memang lihat Danny sewaktu sarapan, aku pikir dia orang Filipina, jadi aku nggak sapa, dia juga bilang lihat aku dan mikir aku orang Filipina, jadi dia nggak sapa, lalu kita bertiga ketawa bareng, aku bersyukur akhirnya aku ketemu orang indo. Kita banyak cerita mengenai keberangkatan kita. Bayangkan kita semua punya tujuan yang sama dan hotel yang sama di Orlando tapi kita berangkatnya beda waktu, beda maskapai atau pesawat, intinya bedalah lalu ketemu ditempat yang sama. Kenapa nggak disamaain aja biar ada teman kan??, Sama-sama berangkat dari Jakarta dan satu agensi lagi. Tapi yaudah namanya juga company yang atur, kan mereka yang kerjasama dengan pihak penerbangan. Intinya aku senang banget ketemu mereka.
Ada seseorang yang ditugaskan untuk ngantarin aku ke cabin, namanya Roshua, ini baru orang Filipina. Karna hal itu juga aku pisah sama Arya dan Danny. Sesampai di cabin aku membuka pintu kamarku dengan kartu akses yang sudah dibagikan sebelumnya.
Pertama kali masuk cabin, aku kaget banget, sumpah kaget, ternyata ada cowok sama cewek lagi tidur ditempat tidurku. Mereka berdua adalah orang afrika, sepertinya tadi malam mereka melewati malam yang indah, fuck, RIP tempat tidurku. Aku sempat berdebat dengan orang afrika ini, karna seharusnya aku mendapati kamarku atau tempat tidurku dalam keadaan kosong dan rapi. Bisa saja aku melaporkannya ke HR, tapi aku nggak mau bikin drama di hari pertama, jadi ya aku nggak ngelaporin hal itu. Aku juga ingat perkataan Lin, katanya kamu bakal ketemu banyak hal yang akan bikin kamu kaget, yah mungkin ini salah satunya.
Selesai beberes aku pergi untuk ketemu supervisior, karna di hari pertama ini kita langsung kerja yaa, nggak ada waktu buat manja-manja. Aku kerja dengan orang Argentina, India, Filipina, dan Afrika. Sesuai harapanku sebelumnya kerja di lingkungan internasional.
Orang yang pertama kali ngajarin aku untuk semua hal yang harus aku kerjakan bernama Gabriel dia orang Argentina, bahasa inggrisnya seperti air mengalir, jadi aku sering minta dia untuk ngomong pelan-pelan, tapi akhirnya aku jadi terbiasa kok. Gila ini baru hari pertama lo, tapi cerita aku udah banyak banget, kalau diceritaan lengkapnya selama 8 bulan bakal jadi novel kayaknya, hahaha. Okeh kita persingkat saja.
Satu cabinku orang Afrika, namanya Salum, ternyata orang yang ngewe di tempat tidurku itu adalah temannya, dia minta maaf karna hal itu, dia bilang udah peringatin si Baba (nama si tukang ngewe ini) untuk pakai tempat tidur yang dibawah ataupun punyanya, bukan punyaku yang diatas. Aku bilang gapapa karna aku juga dah ganti semuanya.
Bulan pertama adalah bulan yang sangat berat buat aku, karna di bulan ini aku adaptasi sama semuanya. Aku juga kerja belum bisa buat atur time management secara sempurna, gimana supaya aku bisa cepat, apa yang harus aku kerjakan duluan supaya aku bisa menyelesaikan pekerjaaanku tepat waktu. Aku masih kesusahan dalam hal itu. Di bulan pertama inilah aku sadar bagaimana perbedaan kerja di hotel darat dan kapal pesiar. Hotel tempat aku bekerja sebelumnya juga sibuk tapi kapal pesiar lebih sibuk 3 kali lipat mungkin. Pokoknya kamu dituntut untuk cepat dan tepat, salah sedikit maka waktu istirahat lah yang di korbankan. Tapi untungnya aku selalu dibantuin sama patner kerja aku. Di bulan pertama ini jugalah aku jatuh sakit, demam sekitar dua hari, hahaha.
Bulan kedua, Aku udah mulai terbiasa, udah nggak terlalu keteteran lagi, meskipun banyak drama tapi aku tetap bertahan dan mencoba menjalani hari ku dengan enjoy. Aku tahu kalau sedang diproses dimasa-masa ini, jadi aku tetap bertahan dan mencari hal-hal yang bikin aku senang dan enjoy dan tidak kepikiran sewaktu istirahat. Sebelum balik ke cabin, aku sering banget ke deck 16 cuma untuk lihat sunset. Rasanya tenang dan lega aja gitu, satu hari lelahmu ditutup dengan sesuatu yang indah. Tidak disarankan lihat sunset sambil dengar ocean and engines nya niki ya, hahaha.
Bulan ketiga, kapal pindah rute ke Eropa, gila aku seneng banget, akhirnya keliling eropa. Di bulan ini aku dapat kesempatan untuk keluar di bebagai tempat, seperti Perancis, Cherbourg, ada museum kapal titanic disini, dengar-dengar ini juga salah satu tempat berlabuh atau jalur kapal titanic di zaman itu. Ada juga Southampton, Inggris, aku suka belanja disini. Juga beberapa wilayah Norway seperti Olden, Stavanger etc. Pokoknya indah bangetlah.
Bulan keempat, di bulan ini Aku mulai jenuh, tapi aku punya teman Filipina namanya Luciano, dia sering ajak aku ke crew bar buat minum sebotol bir dan kadang kita juga main biliar. Tidak lama setelah itu dia pergi vacation karna kontraknya sudah habis. Aku juga bertemu dengan beberapa orang indo di kapal kadang kalau kapal sandar kita pergi keluar bareng atau pergi ke crew mess cuma buat makan indomie doang, sambil cerita-cerita biar enggak jenuh.
Bulan kelima, di bulan ini teman-teman indoku juga pada vacation, jadi aku tinggal sendiri deh, juga satu cabinku Salum, dia juga pergi vacation di bulan ini, aku cukup sedih seperti semuanya pada pergi gitu, aku sebelumnya juga banyak banget cerita bahkan curhat ke Salum, teman satu cabin ku ini termasuk orang baik dan perhatian, dia sudah berkeluarga dan pemikirannya sangat dewasa, jadi aku banyak dapat nasehat darinya. Tak lama setelah itu aku ketemu orang indo, namaya Aji, dia bahkan satu cabin denganku. Ini anak lebih muda dariku, tapi dia sudah 5 kontrak di Princess Cruise Line. Secara umur mungkin aku yang lebih tua, tapi secara pengalaman hidup di kapal dia lebih punya value itu. Jadi aku juga sering dapat solusi dari Aji kalau lagi ada masalah di kapal, karna apa-apa aku pasti cerita sama anak ini. hahaha, suka banget ganggu waktu istirahatnya.
Bulan Keenam, Aku sering banget keluar bareng Aji, eh ga sering sih, beberapa kali aja, apalagi kalau lagi di Norway, gila bagus banget. Bulan ini juga aku pinjam buku dari seorang teman, namanya Atul, dia dari India, Aku mau coba ubah kebiasaan aku untuk lebih rajin membaca di bulan ini. Atul punya beberapa buku tapi aku cuma pinjam satu, jadi di sela-sela istirahatku aku lebih milih membaca ketimbang keluar ataupun bersosial media. Jadi buku Atul sangat menolong kebiasan buruk dan borosku dalam menggunakan internet. Fyi, di kapal itu yang gratis cuma aplikasi whatsapp doang selebihnya bayar, perhari sekitar 2 dollar.
Bulan Ketujuh, Aku punya kebiasaan baru di bulan ini yaitu beli keripik kentang dan bawa pizza ke cabin, jadi aku bakal nonton sambil ngemil, di kapal disediakan tv, beserta film dan series yang lumayan asik banget buat ditonton. Jadi aku banyak habiskan waktu untuk menonton di bulan ini, kadang sambil bolak-balik ke laundry room, karna sambil nyuci, hahaha. yah itulah ceritaku intinya dibawa enjoy aja.
Bulan Kedelapan, ini adalah bulan terakhirku untuk bekerja di Sky Princess, di akhir bulan ini aku bakal vacation, aku benar-benar nggak sabar untuk hal itu. Enggak sabar untuk pulang dan liburan. Aku mencoba untuk happy dan enjoy di bulan terakhir ini. Hari-hariku berlangsung sama, cuma kadang aku ke crew bar untuk minum sebotol bir. it's really good to end your work day with a bottle of beer. Sebenarnya banyak sekali cerita ku di kapal ini, cuma kalau ditulis semua bakal jadi novel, hahaha, mungkin suatu saat nanti tulisan ini akan ada versi panjangnya. Untuk sekarang aku bagikan ini dulu ya, sampai jumpa di Season 2.










Komentar
Posting Komentar